Selasa, 14 Mei 2013

Teriakan Aktivis di Sabtu Siang

oleh Niza Sari Pratiwi


“Laki-laki pembeli seks biang kerok epidemi HIV”. Seluruh aktivis memegangi tulisan bertinta hitam itu yang terpajang jelas di sebuah papan berwarna kuning terang menyolok di depan patung yang  menandakan selamat datang (bundaran HI) untuk merayakan hari AIDS sedunia.



Siang itu, Sabtu 1 Desember 2012 ditengah panas nya matahari yang menusuk kepala saya terlihat ribuan massa aktivis sosial dari Jaringan Aksi Perubahan Indonesia memadati bundaran Hotel Indonesia, (HI), Jakarta.

Suara teriakan dan nyanyian “WTO... WTO... WTO” sudah menggelegarkan telinga saya, pakaian nya pun seragam. Semua berwarna putih.

Pita merah yang menandakan bentuk kepedulian kita terhadap HIV AIDS menempel di baju para aktivis yang datang. Ya, semua memakai baju itu.

Setelah menunggu kerumunan aktivis kurang lebih setengah jam, akhirnya saya dan ke tiga teman lainnya ikut meramaikan orasi untuk memperingati hari AIDS sedunia ini dengan bermodalkan kamera dan saya pun mengambil gambar.

Pukul 2 siang, awal aksi tersebut telah terlihat dari arah Dukuh Atas. Massa perlahan-lahan memutari bundaran HI, selanjutnya melakukan kampanye dan aksi orasi tentag bahaya penyebaran virus epidemi AIDS yang menyebar dan mengecam anak bangsa.

Massa yang turun melakukan orasi pun membawa replika boneka bayi, kereta sorong bayi, dan ada pula yang membawa keranda mayat yang bertuliskan HIV AIDS.

Laki-laki berbaju hitam putih bergaris yang di bredel dan masuk ke sebuah replika penjara menandakan pembeli seks harus di berikan sanksi yang kuat. Tema orasi kali ini ialah Selamatkan Perempuan dan Anak dari HIV AIDS.

“Saya memperingati hari HIV, ya ingin turut serta aja dalam meramaikan kepedulian pada aksi hari ini”, kata Jony Cory salah seorang peserta aksi hari AIDS saat itu.

Saat itu matahari disana sangat menyengat kepala saya, keringat bermunculan dari wajah. Rasa haus tak lupa terasa dari mulut saya.

Monumen yang bergambarkan patung selamat datang, siang itu penuh dengan lautan manusia dan menghambat jalanan saat itu.

Walaupun kampanye orasi ini bersifat damai dan tidak ada nya kekerasan. Puluhan polisi pun ikut mengantisipasi jika terjadi nya hal yang tidak diinginkan nanti nya.

Saya ikut mengitari Bundaran HI, dan turut serta meneriakan “selamatkan perempuan dan anak dari HIV AIDS, yeaaah!” sambil mengelap keringat dan mengambil gambar.

Sekitar 11 perwakilan aktivis penggiat sosial provinsi dari Indonesia, bergabung dalam aksi hari itu. Para orator menyampaikan korban paling banyak dari perempuan dan anak-anak yang ditularkan langsung dari laki-laki pembeli seks.

Asal mula HIV AIDS
HIV merupakan kepanjangan dari Human Immunodeficiency Virus. Virus ini biasanya menular jika sering berganti pasangan dan melakukan hubungan intim. Sedangkan AIDS ialah Acquaired Immune Deficiency Syndrome. Dan WTO ialah World Trade Organization.

Hari AIDS sedunia pertama kali dicetuskan pada Agustus 1987 oleh James W. Bunn dan Thomas Netter, dua pejabat informasi masyarakat untuk program AIDS Global di Organisasi Kesehatan Sedunia di Geneva, Swiss.

Bunn dan Netter menyampaikan ide mereka kepada Dr. Jonathan Mann, Direktur Program AIDS Global. Lalu ia menyukai konsep itu dan menyetujui dan sepakat kalau Hari AIDS Sedunia akan diselenggarakan pada 1 desember 1988.

Akhirnya Bunn menyarankan tanggal 1 Desember untuk memastikan liputan oleh media berita barat, sesuatu yang diyakini nya sangat penting untuk keberhasilan Hari AIDS sedunia.

Sejak saat itulah masyarakat melakukan peringatan hari AIDS dan mereka sadar akan serius nya penyakit itu yang berasal dari virus dan penyembuhannya pun memakan waktu yang sangat lama. Bahkan di Indonesia saja belum ada obat nya.

****

 “Masih banyak-santi santi lain yang menjadi korban, saya positif dan menjadi korban virus HIV dari laki-laki pembeli sex dan menularkannya kepada saya!,”

Suara wanita yang bernama Santi, salah satu seorang peserta demo dari rombongan ODHA (Orang dengan HIV AIDS) terdengar di gemuruh nya manusia yang berada di bundaran HI siang itu.

Salah seorang orator memanggil wanita yang bernama Indah Wulan. Orasi itu juga mendatangkan kementerian pemberdayaan perempuan deputi PUG bidang Politik Sosial dan Hukum.

Wanita itu mengatakan dengan suara yang lantang, kalau kampanye ini harus terus dilaksanakan agar ada upaya penyadaran dan pencegahan serta penyebaran virus HIV AIDS.

Diperkirakan jumlah korban semakin meningkat, saat ini saja terdapat enam sampai 10 juta orang terinveksi HIV di dunia.

Suasana kembali memanas saat terdapat salah seorang wanita peserta aksi yang bernama Novi dari ODHA Terlihat jatuh pingsan dan tak sadakan diri.

Wanita itu menggunakan buntalan diperutnya, seolah seorang ibu yang menjadi korban HIV AIDS dan akan menularkan ke anak nya nanti.

Begitu banyak papan yang bertuliskan mengenai HIV AIDS siang itu di Bundaran HI. Bendera dari sebuah organisasi pun ikut dikibarkan di tengah-tengah lahan patung selamat datang itu.

Teriakan dari para aktivis menarik perhatian masyarakat yang melewati jalanan depan Hotel Indonesia.
Tak mengenal kata lelah, keringat yang mengucur, matahari yang menusuk tubuh. Kampanye sekaligus orasi dari para aktivis menyadarkan saya akan bahaya nya virus ini.



Pencegahan memang harus terus dilakukan, agar tidak banyak yang terjerat virus HIV AIDS ini. Virus yang dapat mematikan impian manusia kedepan nya.



@Nizasp

Tidak ada komentar:

Posting Komentar