Celotehan
Sang Penggemar
Oleh
Niza Sari Pratiwi
Di ruangan berbentuk persegi panjang itu, ia merapihkan beberapa poster yang berserakan di lantai. Dinding nya yang bewarna kuning tua sudah ternodai oleh foto sekumpulan wanita remaja yang bernama JKT 48. JKT 48 merupakan kepanjangan dari Jakarta 48 yang berbentuk sister group bersama AKB 48 (Akihabara) yang sudah terkenal dari tahun 2005.
Pemilik kamar tersebut
bernama Rofi, ia sudah memiliki 24 poster JKT 48. Usia remaja ini masih 17
tahun, badan nya yang besar, tinggi, memiliki kulit yang sedikit hitam seakan
terlihat berumur 20 tahun. Ya, ia salah satu fans berat dari JKT 48.
“Saya sudah punya 24
poster, dan satu kartu member dari teater tapi nggak semua nya saya pajang, ya
saya taruh saja di meja belajar”, kata Rofi, sambil asik membereskan
poster-poster tersebut.
Kalau punya waktu jam kosong di sekolah, Rofi dan ke dua teman nya langsung menuju FX, teater show itu dimulai pukul 12 siang, dan kalau malam, jam 8.
Sebenarnya teater itu
berisi penampilan lagu-lagu JKT 48 yang tidak di publish di luar. Mereka
mengadakan acara itu seminggu empat kali, di salah satu mall yang ada di
Jakarta, FX. Dan jika ia memilki waktu senggang di hari sekolah nya, ia bergegas
untuk menonton teater itu.
Sepenggal lagu itu berkumandang
di salah satu handphone fans JKT 48
yang lain. I want you... I need you... I love you... lagu itulah yang membuat sister group ini
terkenal dikalangan penggemar nya.
“Dia itu sister group loh, jangan bilang dia girl band ya! Jangan salah pikir, ini jelas beda. Mereka yang meng-cover lagu AKB 48 dari bahasa Jepang, dan di translate ke Indonesia”, kata Alif yang juga mengaku suka dengan Nabila, salah satu personil JKT 48.
Ia memiliki alasan
mengapa dirinya sudah mengoleksi tiga album lagu sister group ini di handphone nya, ya, semua album ia punya.
“Ya suka aja, habis lagu nya enak, bikin semangat deh pokoknya, terus menurut
saya juga nggak norak-norak banget,”
kata Alif sambil memegang benda kecil yang setiap hari dibawa nya kemana
pun, apalagi kalau bukan handphone.
Rey, remaja yang juga berumur 17 tahun pun mengaku kalau ia
suka JKT 48 dengan sendiri nya. Semenjak acara yang diadakan oleh sekolah nya,
ia mengaku langsung tertarik dan menyukai sister group ini. “Lagu nya enak,
personil nya juga cantik-cantik dan enak dilihat, pokonya sesuatu banget lah mereka”, kata Rey, remaja yang
memiliki badan kurus dan kecil ini.
Ayana, Rena dan Nabilla merupakan nama personil dari JKT 48 yang disukai oleh mereka. Pengalaman yang tak terlupakan dan kejadian lucu pernah mereka alami pada saat menonton sister group ini manggung di teater.
Kejadian unik dan
memalukan pun dialami mereka, Rey misalnya, yang mengaku pernah berteriak
memanggil nama “Rena” dan melambaikan tangan ke cewek itu, namun sia-sia. Ia
pun tak kunjung melihat ke arah Rey, alhasil, Rey pun di cuekin.
Hal itu yang membuat cowok ini untuk mengoleksi barang dari teater, seperti lightstick, photopack, kaos, tiket bekas, ia simpan sebagai kenang-kenangan. Rey juga mengaku mempunyai CD dan DVD original JKT 48.
| Salah satu koleksi Rey. |
Berbeda dengan Rey,
cowok yang tinggi dan besar bernama Rofi ini, memiliki hal yang tidak akan
dilupakan oleh nya, Rofi pernah salaman serta tatapan langsung dengan Ayana,
personil JKT 48 yang disukai nya.
Berbagai celaan keluar
dari mulut para haters (sekumpulan
orang yang tidak menyukai sister group) ini. Sebagai fans fanatik JKT 48,
mereka tidak mendengarkan caci-an atau celaan.
“JKT 48 itu kompak, solid, tidak terpengaruh media, selera orang itu beda-beda, ya saya sih melihat kemampuan JKT 48, tujuan nya untuk menghibur dan mengharumkan nama Indonesia, karena mereka juga udah Go International ke Jepang”, kata Rofi.
Tiga cowok remaja yang
sudah menganggap dirinya penggemar fanatik JKT 48 itu juga mengatakan kalau ada
orang yang menganggap JKT 48 itu negatif, yang bisa dibilang dengan “aji
mumpung” dan ada yang menganggap mereka itu positif, ya untuk menghibur
masyarakat Indonesia, selain itu mereka juga menilai kalau fans di Indonesia
dan Jepang lebih banyak dibandingkan haters
nya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar