Rabu, 27 Maret 2013

Waktu?

Saya memang salah satu manusia yang semakin menyadari kalau waktu itu tidak dapat dibeli. Mengapa? Entah ada angin seperti apa saya menulis tulisan seperti ini, tapi Ya, saya semakin menyadari kalau kini, waktu semakin berputar cepat.

25 Mei 1993, tepat nya di Banjarmasin saya dilahirkan. Memang saya tidak ingat bagaimana kehidupan setelah saya lahir di dunia ini. Bagaimana orang tua saya merawat saya hingga usia empat tahun. Saya seakan seperti manusia ajaib yang tiba-tiba lahir di usia lima tahun, kenyataan nya ya memang seperti itu. Saya tidak ingat ketika kehidupan saya saat bayi hingga umur empat tahun. 

Yang saya ingat, saya sekolah di TK Budisiwi, TK yang berada di daerah Jakarta, tepat nya di Pejaten, saya ingat masa-masa TK saya dulu. Berlanjut ke Sekolah Dasar, yang awalnya saya bersekolah di SDN 05 Pagi, Pejaten, hingga pada saat waktu kembali datang, saya harus pindah dari Jakarta, ya, saya pindah ke BSD dan bersekolah di SDN Karya Bakti, saya resmi menjadi siswa Karya Bakti saat saya naik ke kelas Dua SD. 

Waktu.... kembali berputar dan memperlihatkan kekuatan nya, saya pikir kekuatan pada waktu itu terdapat di tingkat ketidak-sadaran kita soal waktu. 

Sekolah Menengah Pertama, saya kembali ke jenjang berikut nya. Saya ditempatkan di SMP Islam Al-Azhar BSD. Tiga tahun saya harus bolak-balik  ke sekolah itu demi mendapatkan ilmu. Hingga akhirnya masa-masa yang dibilang orang pada masa-masa terindah dan tak terlupakan itu datang. Ya, saya melanjutkan pendidikan saya selanjutnya di SMA Islam Al-Azhar BSD. Nama yang tentu saya tidak asing lagi, bahkan bisa dibilang bosan! Harus ke sekolah ini lagi dan lagi selama tiga tahun...

Tapi memang benar, masa-masa SMA memang yang tidak pernah terlupakan. DI SMA saya mendapatkan banyak pelajaran, pengalaman dalam kepanitiaan,organisasi dan tentu saja TEMAN sekaligus SAHABAT yang saya dapatkan di sekolah ini. Saya dipertemukan dengan orang-orang yang selalu mengisi hidup saya, waktu saya, ya itu yang disebut dengan SAHABAT. 

Agak random memang saya menulis soal kehidupan saya, tapi saya hanya ingin memberitahu pendidikan saya selama ini. 

YA lagi-lagi waktu pun tidak terasa, enam tahun sudah saya berada di sekolah itu. Hingga akhirnya saya sekarang berada di tahap terakhir dalam pendidikan. PERKULIAHAN. saya memang tidak berhasil masuk Universitas Negri yang saya inginkan, namun, bukan berarti cita-cita saya tidak dapat di kejar. Sebelum saya harus pergi jauh, saya harus membahagiakan orang yang sangat saya sayangi, siapa lagi kalau bukan orang tua saya. 

Butuh waktu dan proses untuk dapat sukses, dan waktu pun terus berputar, sekarang saja misalnya, saya sudah berada di semester 4. Universitas Multimedia Nusantara lah yang saya pilih sebagai tahap pendidikan terakhir saya, S1 (Aamiin).

Saya harus mengejar target saya, saya harus sukses, saya harus membahagiakan kedua orang tua saya, saya harus berbalas budi kepada mereka. Semoga saya terus diberi kelancaran selama masa perkuliahan saya ini. 

Waktu tidak memandang usia, waktu hanya bekerja sesuai dengan pekerjaan nya
Semakin kita merasakan waktu, semakin lama waktu itu berputar, 
Namun, semakin kita menunda waktu, semakin lama pula untuk mencapai kesuksesan,
Biarlah waktu berjalan sesuka dia,
Kita disini yang harus mengejar waktu.

.........Agar impian saya dapat terwujud. Aamiin Ya Robbal Alamin. :) 

Selasa, 19 Maret 2013

Celotehan Sang Penggemar


Celotehan Sang Penggemar
Oleh Niza Sari Pratiwi


Di ruangan berbentuk persegi panjang itu, ia merapihkan beberapa poster yang berserakan di lantai. Dinding nya yang bewarna kuning tua sudah ternodai oleh foto sekumpulan wanita remaja yang bernama JKT 48. JKT 48 merupakan kepanjangan dari Jakarta 48 yang berbentuk sister group bersama AKB 48 (Akihabara) yang sudah terkenal dari tahun 2005.

Pemilik kamar tersebut bernama Rofi, ia sudah memiliki 24 poster JKT 48. Usia remaja ini masih 17 tahun, badan nya yang besar, tinggi, memiliki kulit yang sedikit hitam seakan terlihat berumur 20 tahun. Ya, ia salah satu fans berat dari JKT 48.

“Saya sudah punya 24 poster, dan satu kartu member dari teater tapi nggak semua nya saya pajang, ya saya taruh saja di meja belajar”, kata Rofi, sambil asik membereskan poster-poster tersebut.

Kalau punya waktu jam kosong di sekolah, Rofi dan ke dua teman nya langsung menuju FX, teater show itu dimulai pukul 12 siang, dan kalau malam, jam 8.

Sebenarnya teater itu berisi penampilan lagu-lagu JKT 48 yang tidak di publish di luar. Mereka mengadakan acara itu seminggu empat kali, di salah satu mall yang ada di Jakarta, FX. Dan jika ia memilki waktu senggang di hari sekolah nya, ia bergegas untuk menonton teater itu.

Sepenggal lagu itu berkumandang di salah satu handphone fans JKT 48 yang lain. I want you... I need you... I love you...  lagu itulah yang membuat sister group ini terkenal dikalangan penggemar nya.

“Dia itu sister group loh,  jangan bilang dia girl band ya! Jangan salah pikir, ini jelas beda. Mereka yang meng-cover lagu AKB 48 dari bahasa Jepang, dan di translate ke Indonesia”, kata Alif yang juga mengaku suka dengan Nabila, salah satu personil JKT 48.

Ia memiliki alasan mengapa dirinya sudah mengoleksi tiga album lagu sister group ini di handphone nya, ya, semua album ia punya. “Ya suka aja, habis lagu nya enak, bikin semangat deh pokoknya, terus menurut saya juga nggak norak-norak banget,”  kata Alif sambil memegang benda kecil yang setiap hari dibawa nya kemana pun, apalagi kalau bukan handphone.

Rey, remaja yang  juga berumur 17 tahun pun mengaku kalau ia suka JKT 48 dengan sendiri nya. Semenjak acara yang diadakan oleh sekolah nya, ia mengaku langsung tertarik dan menyukai sister group ini. “Lagu nya enak, personil nya juga cantik-cantik dan enak dilihat, pokonya sesuatu  banget lah mereka”, kata Rey, remaja yang memiliki badan kurus dan kecil ini.

Ayana, Rena dan Nabilla merupakan nama personil dari JKT 48 yang disukai oleh mereka. Pengalaman yang tak terlupakan dan kejadian lucu pernah mereka alami pada saat menonton sister group ini manggung di teater.

Kejadian unik dan memalukan pun dialami mereka, Rey misalnya, yang mengaku pernah berteriak memanggil nama “Rena” dan melambaikan tangan ke cewek itu, namun sia-sia. Ia pun tak kunjung melihat ke arah Rey, alhasil, Rey pun di cuekin.

Hal itu yang  membuat cowok ini untuk mengoleksi barang dari teater, seperti lightstick, photopack, kaos, tiket bekas, ia simpan sebagai kenang-kenangan. Rey juga mengaku mempunyai CD dan DVD original JKT 48.


Salah satu koleksi Rey.


Berbeda dengan Rey, cowok yang tinggi dan besar bernama Rofi ini, memiliki hal yang tidak akan dilupakan oleh nya, Rofi pernah salaman serta tatapan langsung dengan Ayana, personil JKT 48 yang disukai nya.
Berbagai celaan keluar dari mulut para haters (sekumpulan orang yang tidak menyukai sister group) ini. Sebagai fans fanatik JKT 48, mereka tidak mendengarkan caci-an atau celaan.

“JKT 48 itu kompak, solid, tidak terpengaruh media, selera orang itu beda-beda, ya saya sih melihat kemampuan JKT 48, tujuan nya untuk menghibur dan mengharumkan nama Indonesia, karena mereka juga udah Go International ke Jepang”, kata Rofi.

Tiga cowok remaja yang sudah menganggap dirinya penggemar fanatik JKT 48 itu juga mengatakan kalau ada orang yang menganggap JKT 48 itu negatif, yang bisa dibilang dengan “aji mumpung” dan ada yang menganggap mereka itu positif, ya untuk menghibur masyarakat Indonesia, selain itu mereka juga menilai kalau fans di Indonesia dan Jepang lebih banyak dibandingkan haters nya.